last mind
Rabu, 05 Desember 2012
Selasa, 16 Oktober 2012
Minggu, 30 September 2012
Foto High key & Low key
Foto ini ceritanya foto highkey dibuat untuk memenuhi tugas fotografi piar terus modelnya temen aku sendiri, namanya devi, tapi gag tau deh fotoini bener apa salah .. kalo bener ya sukur kalo salah yaah namanya juga baru belajar .. hihi :p
Kalo yang ini foto lowkey, aku buatnya udah under banget, tapi gatau juga sih, hahaha. Modelnya masih sama si Devi, baik yaa mau di foto padahal tau kalo hasilnya bakalan absurd, kecuuup :*. enjoy yaah, have a nice day ..
Kalo yang ini foto lowkey, aku buatnya udah under banget, tapi gatau juga sih, hahaha. Modelnya masih sama si Devi, baik yaa mau di foto padahal tau kalo hasilnya bakalan absurd, kecuuup :*. enjoy yaah, have a nice day ..
Sabtu, 12 Mei 2012
Wanita Tua Ini Harus Kehilangan Pekerjaannya Pasca Perubahan Manajemen Pengelolaan Candi Prambanan
Yogyakarta,KOMPAS -Perubahan pada manajemen pengelolaan candi Prambanan yang akhirnya dapat meningkatkan mutu dan kualitasnya, berbanding terbalik dengan apa yang dialami wanita tua ini yang harus kehilangan sumber mata pencahariannya sebagai pemulung di candi Prambanan.
Wanita tua itu bernama Sumiyem, usianya sekitar 65 tahun, warga asli desa Prambanan ini sehari-hari bekerja sebagai pemulung di area candi Prambanan. Penampilannya seperti pemulung kebanyakan, Wajahnya hitam karena tersengat matahari, rambutnya sudah memudar termakan usia, postur badannya sedikit bungkuk karena ia terbiasa membungkuk untuk memungut sampah. Badannya pun tidak terlalu tinggi, perawaknnya kecil dengan badan yang tidak terlalu kurus. Pakaian yang menempel dibadannya pun terlihat lusuh dan kotor dan yang terpenting tidak ada senyum di wajahnya dan menimbulkan kesan galak.
Wanita tua itu bernama Sumiyem, usianya sekitar 65 tahun, warga asli desa Prambanan ini sehari-hari bekerja sebagai pemulung di area candi Prambanan. Penampilannya seperti pemulung kebanyakan, Wajahnya hitam karena tersengat matahari, rambutnya sudah memudar termakan usia, postur badannya sedikit bungkuk karena ia terbiasa membungkuk untuk memungut sampah. Badannya pun tidak terlalu tinggi, perawaknnya kecil dengan badan yang tidak terlalu kurus. Pakaian yang menempel dibadannya pun terlihat lusuh dan kotor dan yang terpenting tidak ada senyum di wajahnya dan menimbulkan kesan galak.
Setiap hari dengan tubuh tuanya itu ia menuju candi Prambanan untuk memungut sampah. Itu adalah pekerjaan tetapnya. Dengan memulung dia dapat memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Wanita tua itu mempunyai keluarga. Ia hidup dengan suami, anak perempuannya, menantu, dan ketiga orang cucunya. Sumiyem memamng mempunyai anak, tapi keadaan ekonomi anaknya pun tak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Suaminya sudah sangat tua dan sakit-sakitan dan hanya berbaring di tempat tidur. Dengan keadaan seperti itulah sehingga Sumiyem harus ikut bekerja keras demi memenuhi urusan perut keluarganya dengan menjadi pemulung di area candi Prambanan.
Keadaan Sumiyem yang sudah sangat memprihatinkan itu semakin dipersulit dengan adanya perbaikan manajemen di lokasi wisata candi Prambanan. Sekarang candi Prambanan mengalami perubahan diberbagai bidang, tiket masuknya pun semakin mahal sekitar Rp. 25.000,-, orang-orang yang tadinya berjualan di area dalam candi dipindahkan. Pedagang-pedagang pecel juga tidak diperbolehkan berjualan di dalam lagi. Semua dialihkan ke bagian luar candi di sekitar pintu masuk. Disediakan kios-kios yang disewakan oleh pihak pengelola candi agar para pedagang menempati kios tersebut, tetapi tentu saja degan harga sewa yang cukup tinggi. Dengan begitu area candi bebas dari pedagang-pedagang asongan dan tentu saja pemulung. Penjagaan cukup ketat. Satpam siap menindak tegas apabila ada pemulung atau pengemis yang masuk kedalam candi. Memang candi Prambanan kini menjadi terlihat bersih, tertata rapi, dan semakin lebih terurus.
Di temui di rumahnya ia mengeluh mengenai keadaanya sekarang pasca perbaikan manajemen di lokasi wisata candi Prambanan.“ Saiki ra entok mlebu kok mbak, ora oleh karo satpam e. Di kon lungo golek nggon liyo ora entok neng candi (sekarang tidak boleh masuk kok mbak, tidak boleh sama satpamnya. Disuruh pergi cari tempat laen, tidak boleh di Candi)”, kata Sumiyem di rumahnya di Prambanan, Sleman, Sabtu (12/5). Dengan demikian Sumiyem harus rela kehilangan mata pencahariannya sebagai pemulung di tempat terebut.
Sekarang Sumiyem harus berputar dimana ia akan memulung lagi dan bagaimana memenuhi kebutuhan keluarganya supaya dapurnya tetap ngebul. Apabila di perkampungan penduduk tentu ia tidak diperbolehkan oleh warga sekitar karena takut dianggap akan mencuri. Untuk sementara waktu ini Sumiyem akan beristirahat di rumahnya terlebih dahulu dan memikirkan apa yang harus dilakukannya semenjak lokasi candi Prambanan tertutup untuk pemulung dan pengemis.
Selasa, 10 April 2012
FOTKOM 401 Adakan Pameran di Gedung BI
Yogyakarta- FOTKOM 401, komunitas fotografi mahasiswa komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta mengadakan pameran foto diselenggarakan di galeri gedung BI, Yogyakarta dengan mengusung tema destinasi.
“FOTKOM 401, komunitas fotografi mahasiswa komunikasi UPN “V” mengadakan pameran foto yang diselenggarakan di galeri gedung BI, Yogyakarta dengan mengusung tema destinasi. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Bulan Fotografi dan juga ulang tahun FOTKOM 401 yang ke-11. Pameran ini dibuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya. Semua kalangan boleh melihat karya-karya kami di pameran ini”, terang Hendra Nurdiansyah selaku ketua panitia pameran yang diadakan FOTKOM 401, di gedung BI, Yogyakarta Kamis (04/4).
“Pameran ini mulai dibuka hari Rabu lalu dengan sambutan dan pemukulan gong oleh ketua Dinas Pariwisata Tasbir, S.H, M.Hum, dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua Fotkom 401 Novia Hadiputri, lalu pengujung juga selain melihat karya-karya hasil foto kami juga disuguhi dengan tarian kreasi dan keroncong Timpasko. Pameran ini diadakan selama tiga hari yaitu dari tanggal 03-05 April 2012”, kata Hendra.
“pengunjung biasanya juga berasal dari komunitas fotografi dan kami juga sering diundang apabila mereka mengadakan pameran seperti kami ini, misalnya saja dari komunitas fotografi Lensa. Saling bertukar ilmu dan karyalah istilahnya. Bagi pengunjung kami juga menyediakan katalog yang bisa d bawa pulang berisi karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini”, ungkap Hendra.
“peserta dalam pameran ini ada 19 orang dan tentu saja semuanya anak-anak fotkom. Pameran ini bertujuan untuk menyediakan ruang agar hasil karya mereka bisa di lihat oleh publik”, tambah Hendra.
Novia Hadiputri selaku ketua FOTKOM 401 di gedung BI, Yogykarta Rabu (04/4) juga menambahkan, bahwa acara pameran foto yang bertemakan destinasi ini, memuat karya-karya anak fotkom yang menggambarkan dan memperlihatkan sisi lain lima kabupaten yang terletak di Yogyakarta yang mempunyai keunikan tersendiri. Pameran ini bertujuan tidak hanya untuk memamerkan teknik foto, tetapi juga memberikan pesan dalam foto tersebut. Terlebih agar pengunjung juga bisa menambah wawasan dan mengenal lebih dalam lima kabupaten di Yogyakarta yang masing-masing wilayah mempunyai keunikan tersendiri.
“FOTKOM 401, komunitas fotografi mahasiswa komunikasi UPN “V” mengadakan pameran foto yang diselenggarakan di galeri gedung BI, Yogyakarta dengan mengusung tema destinasi. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Bulan Fotografi dan juga ulang tahun FOTKOM 401 yang ke-11. Pameran ini dibuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya. Semua kalangan boleh melihat karya-karya kami di pameran ini”, terang Hendra Nurdiansyah selaku ketua panitia pameran yang diadakan FOTKOM 401, di gedung BI, Yogyakarta Kamis (04/4).
“Pameran ini mulai dibuka hari Rabu lalu dengan sambutan dan pemukulan gong oleh ketua Dinas Pariwisata Tasbir, S.H, M.Hum, dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua Fotkom 401 Novia Hadiputri, lalu pengujung juga selain melihat karya-karya hasil foto kami juga disuguhi dengan tarian kreasi dan keroncong Timpasko. Pameran ini diadakan selama tiga hari yaitu dari tanggal 03-05 April 2012”, kata Hendra.
“pengunjung biasanya juga berasal dari komunitas fotografi dan kami juga sering diundang apabila mereka mengadakan pameran seperti kami ini, misalnya saja dari komunitas fotografi Lensa. Saling bertukar ilmu dan karyalah istilahnya. Bagi pengunjung kami juga menyediakan katalog yang bisa d bawa pulang berisi karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini”, ungkap Hendra.
“peserta dalam pameran ini ada 19 orang dan tentu saja semuanya anak-anak fotkom. Pameran ini bertujuan untuk menyediakan ruang agar hasil karya mereka bisa di lihat oleh publik”, tambah Hendra.
Novia Hadiputri selaku ketua FOTKOM 401 di gedung BI, Yogykarta Rabu (04/4) juga menambahkan, bahwa acara pameran foto yang bertemakan destinasi ini, memuat karya-karya anak fotkom yang menggambarkan dan memperlihatkan sisi lain lima kabupaten yang terletak di Yogyakarta yang mempunyai keunikan tersendiri. Pameran ini bertujuan tidak hanya untuk memamerkan teknik foto, tetapi juga memberikan pesan dalam foto tersebut. Terlebih agar pengunjung juga bisa menambah wawasan dan mengenal lebih dalam lima kabupaten di Yogyakarta yang masing-masing wilayah mempunyai keunikan tersendiri.
SBY Dorong Malaysia Menuntaskan Perundingan Batas Maritim
Jakarta -Hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di perairan Pulau Bintan (13/8). Atas insiden tersebut Presiden memerintahkan agar mengusut masalah ini dan menuntaskan penyelesainnya. SBY juga mendorong Malaysia untuk benar-benar meyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta (14/8) memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden di pulau Bintan tersebut. Presiden menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat karena berkaitan dengan kepentingan nasional. SBY juga mendorong Malaysia agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan.
“Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan”, ungkap presiden.
“Di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa”, jelas SBY dalam pidatonya di Istana Negara (14/8).
Presiden juga berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah dapat dipercepat dan diefektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat dicegah dan tiadakan. SBY juga menggaris-bawahi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.
“Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia –Malaysia akan berkembang lebih besar lagi”, kata SBY dalam pidatonya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta (14/8) memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden di pulau Bintan tersebut. Presiden menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat karena berkaitan dengan kepentingan nasional. SBY juga mendorong Malaysia agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan.
“Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan”, ungkap presiden.
“Di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa”, jelas SBY dalam pidatonya di Istana Negara (14/8).
Presiden juga berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah dapat dipercepat dan diefektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat dicegah dan tiadakan. SBY juga menggaris-bawahi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.
“Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia –Malaysia akan berkembang lebih besar lagi”, kata SBY dalam pidatonya.
Langganan:
Postingan (Atom)




