Jakarta -Hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di perairan Pulau Bintan (13/8). Atas insiden tersebut Presiden memerintahkan agar mengusut masalah ini dan menuntaskan penyelesainnya. SBY juga mendorong Malaysia untuk benar-benar meyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta (14/8) memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden di pulau Bintan tersebut. Presiden menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat karena berkaitan dengan kepentingan nasional. SBY juga mendorong Malaysia agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan.
“Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan”, ungkap presiden.
“Di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa”, jelas SBY dalam pidatonya di Istana Negara (14/8).
Presiden juga berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah dapat dipercepat dan diefektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat dicegah dan tiadakan. SBY juga menggaris-bawahi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.
“Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia –Malaysia akan berkembang lebih besar lagi”, kata SBY dalam pidatonya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar